GAFATAR Karanganyar Napak Tilas Brawijaya
GAFATAR Karanganyar Napak Tilas Brawijaya
Beranda | Beranda Budaya | Sejarah | Kesenian |
TOKOH GAFATAR
FOTO TERBARU
GAFATAR Gowa Sosialisasi Kesadaran Berlalulintas
Bina Anak GAFATAR Jakarta Timur di Monumen Pancasila Sakti
Seleksi Tim SAR GAFATAR
Audiensi GAFATAR dengan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan
GAFATARA Jakarta Barat Peduli Lingkungan Duren Tiga
GAFATAR Gowa Sosialisasi Gizi Pangan dan Kesehatan
GAFATAR Gowa Peduli Korban Angin Puting Beliung
Aksi Tanam Mangrove GAFATAR Kota SEMARANG di Pantai Mangunharjo
GAFATAR Gowa Sosialisasi Kesadaran Berlalulintas
Bina Anak GAFATAR Jakarta Timur di Monumen Pancasila Sakti
Seleksi Tim SAR GAFATAR
Galeri Foto
VIDEO TERBARU
Browser anda tidak support dengan video.
GAFATAR SOSIAL
profile
Join the conversation
BERITA SEJARAH GAFATAR
GAFATAR Karanganyar Napak Tilas Brawijaya
12 Maret 2012 13:37:51
STRUKTUR
D04
MEDIA TERKAIT
FOTO : 2
AUDIO : 0
VIDEO : 0
Karanganyar, Sabtu (GAFATAR-D04) - Gafatar Kabupaten Karanganyar pada hari Sabtu tanggal 18 Februari 2012 melaksanakan kegiatan napak tilas Brawijaya di candi Cetho yang terletak di dusun Cetho desa Gumeng Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar, kegiatan ini diikuti kurang lebih 55 anggota Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) dari Karanganyar, Sragen dan Wonogiri di bawah pimpinan Dewan Pimpinan Kabupaten Karanganyar.
Sebagai generasi penerus Kemerdekaan Republik Indonesia, kami menyadari bahwasanya kejayaan suatu bangsa dimuka bumi ini sangat ditentukan oleh seberapa besar bangsa ini menghargai sejarah bangsanya dimasa lalu, masa kini dan visi masa datang. Ketika suatu bangsa tidak peduli lagi identitas jati dirinya dan eksistensi bangsanya dalam percaturan perdaban dunia, dapat dipastikan bangsa itu akan binasa dan punah dari muka bumi. Atas dasar itulah kegiatan napak tilas ini terselenggara sebagai wujud kepedulian akan memperkenalkan jati diri bangsa kepada generasi penerus.
Wahyu Widiyatmoko selaku ketua panitia menjelaskan bahwa dalam kegiatan napak tilas ini selain mengenalkan sejarah tentang sang Prabu Brawijaya V pada jaman Majapahit, juga dilaksanakan penanaman 3 pohon beringin atau pohon Bodi sebagai simbol ajaran budi pekerti sebagai ajaran moral dari Gerakan Fajar Nusantara adalah budi pekerti serta nilai-nilai luhur budaya bangsa, serta aksi bersih-bersih lingkungan candi sebagai wujud cinta kepada alam dalam menjaga kebersihan dan keindahan.
Kegiatan itu diawali dengan olah raga pagi bersama kemudian dilanjutkan bersih lingkungan candi di jalur puri Saraswati dilanjutkan penanaman pohon beringin yang terdiri dari 3 pohon yang memiliki makna. Pohon Beringin atau bodi sebagai simbol ajaran Budi Pekerti agar menjadi menjadi pengayom dalam kehidupan dan sebagai wujud dari pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rangkaian acara tersebut diakhiri dengan memasuki area candi Cetho dan mendapatkan penjelaskan tentang sejarah dari candi Cetho dari juru kunci candi Cetho.
Candi Cetho ini dibangun pada akhir masa Kerajaan Majapahit (sekitar abad ke 15). Pada keadaannya yang sekarang, Candi Cetho terdiri dari sembilan tingkatan berundak. Sebelum gapura besar berbentuk candi bentar, pengunjung mendapati dua pasang arca penjaga. Aras pertama setelah gapura masuk merupakan halaman candi. Aras kedua masih berupa halaman dan di sini terdapat petilasan Ki Ageng Krincingwesi, leluhur masyarakat Dusun Cetho. Pada aras ketiga terdapat sebuah tataan batu mendatar di permukaan tanah yang menggambarkan kura-kura raksasa, surya Majapahit (diduga sebagai lambang Majapahit), dan simbol phallus (penis, alat kelamin laki-laki) sepanjang 2 meter dilengkapi dengan hiasan tindik (piercing) bertipe ampallang.
Pada aras selanjutnya dapat ditemui jajaran batu pada dua dataran bersebelahan yang memuat relief cuplikan kisah Sudhamala, seperti yang terdapat pula di Candi Sukuh. Dua aras berikutnya memuat bangunan-bangunan pendapa yang mengapit jalan masuk candi. Sampai saat ini pendapa-pendapa tersebut digunakan sebagai tempat pelangsungan upacara-upacara keagamaan. Pada aras kedelapan terdapat arca phallus (disebut “kuntobimo”) di sisi utara dan arca Sang Prabu Brawijaya V dalam wujud mahadewa. Aras terakhir (kesembilan) adalah aras tertinggi sebagai tempat pemanjatan doa. Di sini terdapat bangunan batu berbentuk kubus.
Aksi bersih lingkungan candi Saraswati
Aksi tanam pohon beringin
Penjelasan sejarah Canti Cetho
1
EDITOR
Buyung Pamungkas
PEWARTA
Wahyu Wibowo
Berita Budaya Terkait
Berita Struktur Terkait
Berita Terbaik
12 Maret 2012 13:38:02 Anak-anak GAFATAR Surabaya Napak Tilas ke MuseumTugu12 Maret 2012 13:37:40 Semangat Nusantara dalam Koes Plus Community Live Show12 Maret 2012 13:37:26 Remaja GAFATAR DKI Jakarta Belajar Membatik12 Maret 2012 13:28:56 Zaenal Mustofa, Belajar Otodidak Tidak Menghalanginya untuk Menjadi Sang Juara12 Maret 2012 13:26:32 Sarasehan Hari Pahlawan 10 November 2011 di Bekasi
:: ©2011 DPP GAFATAR ::
::Gedung Pembina graha, Lt. 2 Ruang 32, Jl. DI. Panjaitan No 45, Jakarta Timur, 13350 ::
:: info@gafatar.org :: 021-85901420::
GAFATAR Karanganyar Napak Tilas Brawijaya
GAFATAR Karanganyar Napak Tilas Brawijaya
GAFATAR Karanganyar Napak Tilas Brawijaya